retrospection

Jatuh Cinta dan Melepaskan

(Pelajaran Berharga dari Mejelis Muhasabah Ustadz Cinta) Jatuh cinta adalah sebuah anugerah yang tak dapat dilawan. Namun, merawatnya adalah sebuah pilihan. Terkadang ini hanya perkara melepaskan. Agar tak tenggelam dalam jurang harapan. Berserah tuk menanam kenyamanan dalam keimanan. ant Sejujurnya hampir tidak pernah aku menulis hal-hal yang berakaitan dengan hubungan percintaan. Ntahlah, rasanya masih merasa …

Continue Reading
retrospection

Memaknai Sebuah Ilmu

 (Pesan Sarat Makna dari Seorang Petani di Gunung Guruh) Esensi sebuah ilmu adalah bukan tentang seberapa besar ilmu yang kita miliki, namun saat memilikinya membuat kita semakin meyakini kebesaran-Nya dan keberkahannya menjadikan hati tergerak untuk menebar kebermanfaatan pada makhluk-Nya dan mencintai bumi, rumah tempat kita menghamba. ant Pendidikan semakin tinggi memang membuat kita semakin kritis …

Continue Reading
retrospection

Belajar Mindfulness dari Ngaprak

(Sebuah Cerita Perjalanan Tanpa Harapan) Perjalanan tanpa harapan ternyata menyimpan kejutan. Rangkaian petunjuk diyakini bukanlah kebetulan. Tapi sebuah bukti bahwa alam akan menunjukan arah jalan saat kita mendengarkan. Semesta tidak serta merta meninggalkan saat kita bergegas dengan hati penuh keterbukaan. Penjelajahan yang mengajarkan arti kehidupan bahwa memiliki tujuan memang adalah sebuah keharusan, namun dalam perjalanan …

Continue Reading
retrospection

Mengenal Diri untuk Berdamai

“Kemerdekaaan adalah ketika bisa berdamai dengan ‘setiap’ tantangan kehidupan yang datang. Sehingga menyadari apa yang dirasakan, dipikirkan dan dilakukan. Hingga pada titik memahami bahwa kemerdekaan tidak hanya tentang diri sendiri, tetapi bagi sesama manusia, makhluk lain di sekitar dan bumi tempat berpijak.” ant Pernah gak sih tiba-tiba nangis sendiri tanpa sebab? Merasa marah dan benci …

Continue Reading
perspective

Melawan Perubahan Iklim dengan Mendengar Suara Alam

(Refleksi Strategi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat Adat Kasepuhan Sinar Resmi) “Selama ini, mungkin banyak orang yang agamis dan humanis, tetapi pada alam tidak jarang orang yang egosentris, menjadikan dirinya sebagai pusat kehidupan dan merasa lebih superior. Lantas apakah selama ini kita sudah benar-benar menjadi manusia yang ‘beretika’ ?” Kemerdekaan …

Continue Reading
retrospection

Berteman Sebatas ‘Kebutuhan’?

Menjalin hubungan bukan harus selalu bertanggung jawab akan kebahagiaan orang lain. Sejatinya, kita bisa respect dan membahagiakan orang lain sepenuhnya ketika kita sudah mencintai diri sendiri dengan memahami batasan akan value yang kita pegang. Semakin dewasa rasanya memang kita semakin selektif dalam memilah teman dan  membatasi diri kita. Pertemanan itu berawal dari satu hal yang …

Continue Reading
retrospection

Berkesadaran; Zero Hunger dengan ‘Beretika’ pada Alam

(Refleksi Ketahanan Pangan Kampung Adat Kasepuhan Sinarresmi Kab. Sukabumi) Lagi-lagi bahas beretika dan berkesadaran. Yap, karena kadang memang kita sering mengagungkan bagaimana beretika pada manusia dan Tuhan tapi melupakan ‘etika’ pada alam. Kini saatnya kembali berefleksi. Nilai Sebuah Perjalanan Tulisan ini dilatar belakangi dari sebuah perjalanan menuju kampung adat Kasepuhan Sinarresmi Kab. Sukabumi. Ada banyak …

Continue Reading
lifestyle

Berkesadaran; Etika Berpakaian

Selama ini, etika berpakaian diartikan dengan bagaimana kita menggunakannya berdasarkan prinsip dan norma yang disepakati di masyarakat dan agama. Hingga memang benar, jika banyak yang agamis dan humanis, tapi tak jarang yang egosentris. Lupa peran alam dan bahkan tidak beretika pada lingkungan. Lantas, apakah kita sudah benar-benar ‘beretika’ dalam berpakaian? tna Mendengar istilah etika, mungkin …

Continue Reading
retrospection

Terjebak dalam Pikiran Positif (Retrospeksi #2)

“Tanpa disadari selama ini pikiran itu semakin mengasingkanku. Membuatku tidak bisa mengenali diriku seutuhnya. Menumbuhkan rasa apatis hingga tak mampu mendengarkan perasaan sendiri. Namun terus berkecamuk dengan rasa yang tak terdefinisi dan pikiran yang tak terkendali.” tna Kisah ini adalah sebuah penggalan retrospeksi menemukan alasan dari perjalanan yang telah ditetapkan oleh Sang Maha Pembuat Skenario. …

Continue Reading