retrospection

Melepaskan Tanpa Harapan

Jatuh cinta adalah keniscayaan dan fitrah yang tak bisa dilawan. Biarkan cinta tetap jadi anugerah dengan penerimaan, karena merawatnya adalah sebuah pilihan. Memutuskan untuk memelihara tak mesti harus memiliki. Karena ku tahu, aku mencintai yang sewaktu-waktu akan pergi. Maka, tak pantas ku dekap perasaan yang di luar kendali, bergantung pada nafas yang tak akan pernah …

Continue Reading
retrospection

Slow Living di Tanah Cirengrang

(Retrospeksi 2# Pejelajahan Nilai Gerakan Sukabumi Mengajar Batch 6) Perjalanan tanpa harapan lagi-lagi menyimpan kejutan dan sarat pembelajaran. Alam selalu menunjukan jalan saat kita lebih memperhatikan dan mendengarkan. Semesta tidak serta merta meninggalkan saat hati bergegas dengan keterbukaan. Tanah Cirengrang mengajarkan makna hidup lebih berkesadaran untuk selaras dengan alam. ant. Datang dan Ketenangan Pertama menginjakan …

Continue Reading
retrospection

Esensi Menjadi Relawan

(Retrospeksi 1# Pejelajahan Nilai bersama Gerakan Sukabumi Mengajar Batch 6) Sebuah nilai di hari pembekalan. Perjalanan tanpa harapan, bahkan aku tak mengharapkan sebuah pembelajaran bisa kudapatkan. Hanya gelas kosong yang ku siapkan dalam setiap perjumpaan. Datang untuk menjadi relawan, katanya. Bullshit sekali, relawan mana yang hanya membawa diri yang tak berisi dan tidak menyiapkan apapun …

Continue Reading
retrospection

Makna Sebuah Jeda

1# Retrospeksi Ambu Tingtrim “Jeda; tentang beretrospeksi apa yang telah dilakukan, berefleksi akan orientasi yang selalu dirawat dan mengevaluasi nilai hidup yang akan terus diperjuangkan” ant 10 Oktober 2020, menjadi momentum yang cukup mengubah hidupku. Hari dilaksanakannya opening toko kelontong minim sampah kecil-kecilan yang ku rencanakan jauh-jauh hari. Awalnya ku merencanakannya pada 8 Oktober 2020, …

Continue Reading
retrospection

Jatuh Cinta dan Melepaskan

(Pelajaran Berharga dari Mejelis Muhasabah Ustadz Cinta) Jatuh cinta adalah sebuah anugerah yang tak dapat dilawan. Namun, merawatnya adalah sebuah pilihan. Terkadang ini hanya perkara melepaskan. Agar tak tenggelam dalam jurang harapan. Berserah tuk menanam kenyamanan dalam keimanan. ant Sejujurnya hampir tidak pernah aku menulis hal-hal yang berakaitan dengan hubungan percintaan. Ntahlah, rasanya masih merasa …

Continue Reading
retrospection

Memaknai Sebuah Ilmu

 (Pesan Sarat Makna dari Seorang Petani di Gunung Guruh) Esensi sebuah ilmu adalah bukan tentang seberapa besar ilmu yang kita miliki, namun saat memilikinya membuat kita semakin meyakini kebesaran-Nya dan keberkahannya menjadikan hati tergerak untuk menebar kebermanfaatan pada makhluk-Nya dan mencintai bumi, rumah tempat kita menghamba. ant Pendidikan semakin tinggi memang membuat kita semakin kritis …

Continue Reading
retrospection

Belajar Mindfulness dari Ngaprak

(Sebuah Cerita Perjalanan Tanpa Harapan) Perjalanan tanpa harapan ternyata menyimpan kejutan. Rangkaian petunjuk diyakini bukanlah kebetulan. Tapi sebuah bukti bahwa alam akan menunjukan arah jalan saat kita mendengarkan. Semesta tidak serta merta meninggalkan saat kita bergegas dengan hati penuh keterbukaan. Penjelajahan yang mengajarkan arti kehidupan bahwa memiliki tujuan memang adalah sebuah keharusan, namun dalam perjalanan …

Continue Reading
retrospection

Mengenal Diri untuk Berdamai

“Kemerdekaaan adalah ketika bisa berdamai dengan ‘setiap’ tantangan kehidupan yang datang. Sehingga menyadari apa yang dirasakan, dipikirkan dan dilakukan. Hingga pada titik memahami bahwa kemerdekaan tidak hanya tentang diri sendiri, tetapi bagi sesama manusia, makhluk lain di sekitar dan bumi tempat berpijak.” ant Pernah gak sih tiba-tiba nangis sendiri tanpa sebab? Merasa marah dan benci …

Continue Reading
retrospection

Berteman Sebatas ‘Kebutuhan’?

Menjalin hubungan bukan harus selalu bertanggung jawab akan kebahagiaan orang lain. Sejatinya, kita bisa respect dan membahagiakan orang lain sepenuhnya ketika kita sudah mencintai diri sendiri dengan memahami batasan akan value yang kita pegang. Semakin dewasa rasanya memang kita semakin selektif dalam memilah teman dan  membatasi diri kita. Pertemanan itu berawal dari satu hal yang …

Continue Reading
retrospection

Berkesadaran; Zero Hunger dengan ‘Beretika’ pada Alam

(Refleksi Ketahanan Pangan Kampung Adat Kasepuhan Sinarresmi Kab. Sukabumi) Lagi-lagi bahas beretika dan berkesadaran. Yap, karena kadang memang kita sering mengagungkan bagaimana beretika pada manusia dan Tuhan tapi melupakan ‘etika’ pada alam. Kini saatnya kembali berefleksi. Nilai Sebuah Perjalanan Tulisan ini dilatar belakangi dari sebuah perjalanan menuju kampung adat Kasepuhan Sinarresmi Kab. Sukabumi. Ada banyak …

Continue Reading